Segenap Crew Radio Da'wah Himmah Yaman Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Moral Anak Bangsa

Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah mengatur urusan hamba-hamba-Nya dengan sebaik-baik urusan sehingga terlaksanalah kehidupan yang penuh dengan etika dan adab, baik itu adab makhluk terhadap khaliknya atau  adab antara sesama makhluk dalam menjalin hubungan dalam kehidupan sehari-harinya. 

Sholawat dan salam kepada sebaik-baik manusia pembawa Risalah Islamiah, yang dibangkitkan untuk memperbaiki akhlak manusia dan memberi syafaat di hari kiamat kelak yakni Nabi Muhammad SAW. Marilah kita wujudkan tujuan beliau dibangkitkan ke atas dunia ini yaitu memperbaiki akhlak semua manusia di alam ini tanpa terkecuali.

         Melihat kehidupan bangsa kita dewasa ini, nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendahulu kita di masa lalu sudah mulai hilang bagai ditelan bumi walau masih ada itu hanya sebagian kecil. Namun sebagian besar nilai yang telah ada ini mulai terkikis, merujuk kepada bagaimana keadaan anak bangsa pada zaman ini.Contoh kecil saja yang sederhana, manakala seorang anak yang berbuat kesalahan tatkala ia ditegur oleh bapaknya. Jika dahulu seorang bapak menegur anaknya cukup dengan tatapan mata yang mengisyaratkan kesalahan yang diperbuat oleh si anak maka pada zaman sekarang ini, tatkala hal yag serupa di lakukan oleh seorang bapak kepada anaknya untuk menegurnya maka Si anak  justeru bertanya kepada bapaknya ada apa dengan mata Si ayah yang menatapnya dengan tatapan seperti itu. Lihatlah perbedaan bagaimana akhlak seorang anak ini kepada bapaknya, bukanya si anak ini sadar akan perbuatanya malah dia tidak menyadari akan kesalahanya.

            Sungguh ironis kehidupan anak bangsa zaman ini. Ini hanya contoh kecil saja  dari rusaknya moral anak bangsa akhir-akhir ini. Jika kita mengkaji lebih dalam tentang masalah ini, kita akan dihadapkan pada  beberapa penyebab yang menjadi pemicu dari kerusakan akhlak ini. Kita sebut saja sebagian dari penyebab-penyabab ini di antaranya adalah kurangnya campur tangan  orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka dari semenjak dini. Lihat saja bagaimana pendidikan anak mulai dari semenjak mereka bayi, yang seharusnya seorang anak menurut ajaran yang telah di atur dalam Islam yakni masalah pengasuhan atau tepatnya penyapihan seorang anak hingga sampai umurnya 2 tahun dan pada hal menyusui anak oleh ibunya selama 2 tahun, saat ini para ibu terkadang terlalu sibuk dengan karir mereka hingga menyerahkan begitu saja urusan anak-anak mereka kepada pengasuh yang ada dirumah mereka dan menyusui anak-anak mereka dengan susu buatan yang banyak di jual di toko-toko atau di tempat-tempat perbelanjaan lainya. 

           Jadi begitulah, ibaratnya tatkala kita menanam pohon, jikalau kita menanam dengan merawatnya serta mengawasi perkembanganya maka pohon itu akan tumbuh dengan baik sesuai apa yang kita inginkan tetapi sebaliknya jika kita membiarkanya begitu saja tanpa ada perawatan maka hasil yang kita inginkan justru sebaliknya. Masalah-masalah moral yang terjadi saat ini sungguh mengiris hati. Hampir setiap hari di berbagai media menyiarkan berita pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan  dan lain sebagainya. Jikalau kita melihat masalah ini dari segi agama, ini adalah masalah tentang akhlak manusia yang semakin jauh dari apa yang Rasulullah SAW wariskan dari tatacara hidup beliau sehari-harinya. Kebanyakan manusia sekarang jika di tanya tentang masalah ini maka mereka akan mengatakan ini sudah di akhir zaman jadi wajar kejadian-kejadian seperti ini terjadi. Sungguh kata ”wajar” yang ada pada argumen tersebut adalah kata yang harus di jauhkan dari kehidupan manusia. Jangan sampai kita kebablasan hanya karena kebanyakan manusia sekarang bukan berkiblat ke timur lagi, tetapi mengikuti ke kehidupan orang-orang yang tidak punya etika di barat sana. Memang benar, kita tidak mungkin kembali dimana dan bagaimana Rasulullah SAW langsung yang memimpin umat Islam karena itu merupakan sebaik-baik kurun. Tetapi ini bukan berarti bahwa kita meninggalkan semua yang Rasulullah SAW pernah lakukan, kaidah ushul fiqh mengatakan “ Sesuatu yang kita tidak bisa meraih semuanya bukan berarti kita meninggalkan seluruhnya.’’ 

          Titik masalahnya terdapat pada rasa malu yang kita miliki ini sudah berkurang bahkan hampir tidak ada maka dari itu kita mengerjakan sesuatu yang menurut orang tidak etis masih kita kerjakan sebagaimana yang Rasululloh SAW sabdakan “ Jika kalian tidak merasa malu, maka kerjakanlah apa-apa yang ingin kalian kerjakan”(Al-Hadits) .  Marilah kita memulai dari diri kita sendiri kemudian kepada keluarga kita lalu masyarakat dan bangsa kita untuk kita terus berusaha memperbaiki moral anak bangsa yang sedang dalam keterpurukan ini dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Karena pada esensinya semua masalah yang menimpa kita ini adalah karena kita jauh dengan Allah SWT dan tidak mengamalkan apa yang di perintahkan.Sampaikan pada diri anak bangsa bagaimana Sayyidina Ali Karaamallahuwajhahu dan para salafu sholeh melewati masa muda mereka yang dihiasi dengan akhlak yang mulia. Kabarkan kepada wanita-wanita yang hidup di zaman ini bagaimana Sayyidatina Fathimah melalui masa mudanya dengan penuh ketakwaan dan kepatuhan kepada perintah Rabbnya.

          Kita berharap agar kiranya kehidupan bangsa kita kedepanya jadi lebih baik dan menjunjung tinggi moralitas dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani untuk menggapai ridho dan rahmat Rabb kita. Jangan biarkan air mata ibu pertiwi terus mengalir dengan akhlak tercela yang kita lakukan. Sehingga tercapailah cita-cita bangsa kita yaitu menciptakan baldatun thoyyibatun warobbun gafhur yang dihiasi dengan hiasan akhlak mulia dan tuntunan Syariah Islamiyah, walau terdapat berbagai aliran agama namun kita di bawah kibaran bendera merah putih “Bhineka tunnggal Ika.”

Tulis Komentar


Kode keamanan
Segarkan